3 Oktober 2004

Sore yang cerah dan langit dihiasi dengan gulungan awan putih terlihat indah, namun hatiku gelisah dan berdebar mendapat kabar bahwa dirimu masuk Rumah sakit. Akupun pergi meninggalkan Jakarta walau baru saja tiba dari tempatmu.. Dalam perjalanan yang panjang terus terbayang wajahmu. perasaan dan hatiku terus berdebar semakin kencang, kuberdoa pada Tuhan tiada henti [...]

Rafliku Sayang….

Dikeheningan Pagi dikaki gunung sumbing, diiringi kicauan burung yang terdengar merdu dan hembusan angin yang terasa menusuk tulang kau terlahir kedunia ini. Wajahmu yang tanpa dosa menunjukkan kepolosanmu. Wajah tampanmu, Sorot matamu yang besar dan tajam, Hidung mu yang mancung, membuat semua orang yang melihatmu terkagum. Walau tanpa didampingi Papi mu kau tetap maju tuk [...]